Selama ini mungkin kita kurang begitu familiar
dengan nama kota Singaraja apalagi kabupaten Buleleng, padahal menurut
sejarahnya pada abad ke-17 dan abad ke-18 Singaraja merupakan pusat kerajaan
Buleleng. Pada tahun 1846 bangsa Belanda menjajah bagian Bali utara. Kemudian
Singaraja sempat menjadi ibu kota Kepulauan Sunda Kecil dan ibu kota Bali
sampai tahun 1958, (nah lo.. baru tau kan??)
jadi sebelum Denpasar menjadi ibukota propinsi
Bali,dahulunya Singaraja merupakan pusat pemerintahan di pulau Bali,saat ini
Singaraja merupakan ibukota kabupaten Buleleng.
Untuk menuju kota ini dapat ditempuh selama
lebih kurang 3 jam dari kota Denpasar dengan menggunakan mobil atau
bis,sepanjang perjalanan kita dapat menikmati pemandangan maha karya Tuhan yang
sangat-sangat beautiful alias indah. Sehingga perjalanan kita tidak akan
membosankan.
Suasana kota ini sangat sejuk dan nyaman,tidak
sepadat dan sebising Denpasar dan memiliki banyak sekali obyek wisata yang
tidak kalah indahnya dengan obyek wisata di kabupaten lain di Bali.
SUMBER : http://rinaldimunir.wordpress.com/2012/09/24/berkunjung-ke-kota-singaraja-bali-utara/
SUMBER : http://rinaldimunir.wordpress.com/2012/09/24/berkunjung-ke-kota-singaraja-bali-utara/
Yang
paling tersohor adalah Pantai Lovina, terletak sekitar 9 Km sebelah
barat kota Singaraja, ini merupakan salah satu obyek wisata yang ada di Bali
Utara. Wisatawan baik asing maupun lokal banyak yang berkunjung ke sana, selain
untuk melihat pantainya yang masih alami, juga untuk melihat ikan lumba-lumba
yang banyak terdapat di pantai ini. Dengan menyewa perahu nelayan setempat,
kita dapat mendekati lumba-lumba. Berbagai penginapan mulai dari Inn hingga
Cottages tersedia dengan harga yang sangat terjangkau.
Air
Terjun Gitgit
Air
Terjun ini terletak di Desa Gitgit Kecamatan Sukasada. Dari Kota Singaraja
berjarak 11 km ke arah selatan menuju Desa Pancasari dan Bedugul. Air terjun
yang berketinggian ± 35 meter ini sangat asri dan memiliki panorama yang indah
dan berada di lingkungan yang berhawa sejuk.
Turun
dengan jalan kaki setelah melewati tempat Parkir Gitgit, beberapa pemuda lokal
yang diorganisir oleh desa adat setempat menawarkan jasa mengantar para
wisatawan menuju wisata air terjun yang indah ini. Disamping suara deburan air
terjun dan kicauan burung, hamparan sawah, perkebunan cengkeh dan kopi / begitu
pula tumbuhan bambu sepanjang jalan menuju air terjun menyuguhkan suasana damai
dan alami.
Gedong
Kertya dan Museum Buleleng
Gedong
Kertya dan Museum Buleleng terletak di lingkungan Pura Seni Sasana Budaya Singaraja,
tepatnya di jalan Veteran no. 23 Singaraja. Gedong Kertya adalah perpustakaan
lontar yng ada hanya satu-satunya di Indonesia bahkan di dunia. Terdapat
koleksi dan salinan teks tulisan tangan yang berhubungan dengan Kesusastraan
Bali, mitos, pengobatan, mantra-mantra, sastra religius dan lain-lain. Terdapat
juga lontar berisikan gambar berbentuk komik yang disebut “prasi”. Terdapat
sekitar 4000 lontar tersimpan di perpustakaan ini yang disimpan dalam sebuah
kotak kayu.
Beberapa
meter di sebelah timur Gedong Kertya, terdapat Museum Buleleng yang didirikan
pada tanggal 30 Maret 2002, dimana tersimpan koleksi-koleksi yang meliputi
benda-benda Peninggalan Purbakala seperti sarkofagus, patung, senjata dan
lainnya. Benda-benda Seni seperti Lukisan, kain-kain, Kerajinan Emas dan perak
dan lainnya benda-benda yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat Bali Utara
seperti alat pertanian dan alat nelayan.
Pelabuhan
Buleleng
Terletak
disebelah pesisir utara Kota Singaraja. Dijaman dulu ketika Singaraja sebagai
ibu kota dari Nusa Tenggara adalah merupakan pusat pelayaran yang penting.
Keputusan memindahkan Ibu Kota Propinsi Bali dari Bali Utara ke Bali Selatan
adalah berdasarkan dibaginya Nusa Tenggara menjadi 3 propinsi, membuat
Pelabuhan Buleleng menjadi kurang berfungsi. Kemerosotan pelabuhan buleleng
mencapai puncaknya ketika pembangunan Pelabuhan Celukan Bawang ± 40 km arah
Barat Singaraja.
Namun
sejak Tahun 2005 bekas Pelabuhan Buleleng ini telah ditata oleh Pemerintah
Daerah Kabupaten Buleleng dengan penataan taman serta bekas dermaga kayu yang
sudah usang diperbaharui dilengkapi dengan sarana restauran terapung.
Puri
Buleleng
Sampai
saat ini rakyat Buleleng masih bangga memiliki sisa bangunan Puri Raja Buleleng
yang dibangun Dinasti Ki Barak Panji Sakti yang tersohor. Dua puri yang ada
sekarang ini diantaranya satu terdapat di Jalan Veteran dan lainnya terdapat di
Jalan Gajah Mada. Bangunan yang ada di dalamnya baik tempat tidur, kamar tamu,
pertamanan, merajan (tempat suci), perpustakaan dan senjata-senjata, masih
tersimpan rapi dan disakralkan oleh keluarga raja. Perhatian pemerintah daerah
terhadap puri ini sudah menampakan kemajuan. Ini terbukti dengan datangnya
bantuan pemerintahan dengan merehabilitasi bagian-bagian beberapa bangunan
kedua puri yang hampir mendekati kerapuhan. Wisatawan bisa mengunjungi kedua
puri ini kapan saja terhitung mulai pukul 8.00 sampai 5.00.
Desa
Beratan
Desa
Beratan terletak disebelah selatan Kota Singaraja. Kurang lebih berjarak hanya
1 km dari Pusat Pemerintahan Kabupaten Buleleng. Desa ini dikenal sebagai
pengrajin emas dan perak. Pengrajin setempat memiliki style unik yang terkenal
dengan Style Beratan. Wisatawan dapat berkunjung ke tempat pengrajin bekerja
sambil melihat-lihat cara pengrajin mengolah bahan mentah menjadi bahan
kerajinan emas dan perak. Hasil karya mereka juga dipajangkan dan bila berniat
wisatawan boleh membeli.
Pura
Dalem Sangsit adalah
sebuah pura yang terletak sekitar 8 km dari Singaraja, Bali dan sekitar 500 km
dari Sangsit. Pura ini diperuntukkan bagi dewa-dewi Hindu di kala orang
meninggal. Pura ini terletak di dekat sebuah kuburan. Relief pura ini terutama
menceritakan mitologi Bali Bima swarga atau Bima di kahyangan, yang merupakan
bagian dari epos Mahabharata. Di sini diceritakan bagaimana perjalanan Bima ke
neraka dan surga dalam rangka mencari ibunya.
Air
Sanih atau Yeh Sanih adalah tempat wisata yang terletak sekitar 17 km dari
Singaraja, Bali. Tempat ini merupakan tempat permandian dengan sumber air.
Menurut legenda tempat ini merupakan tempat permandian bagi pasangan muda.
Menurut kepercayaan masyarakat setempat, sumber air ini mempunyai asal-usul
dari Danau Batur yang letaknya ratusan kilometer dari tempat ini. Air dari
sumber ini sering digunakan dalam upacara agama Hindu. Di tempat ini juga dapat
ditemui pura yang diujukkan kepada dewa Wisnu.
Rice
Terrace Ambengan
Ambengan,
sebuah desa yang posisinya di atas bukit hijau di Kecamatan Sukasada yang
jaraknya sekitar 6 km sebelah selatan kota Singaraja. Karena letaknya di daerah
perbukitan serta mayoritas penduduknya bertani, desa ini dihiasi oleh hamparan
sawah yang sangat indah. Disamping potensi terraseringnya, Ambengan juga
memiliki lebih dari empat air terjun dan beberapa buah kolam alami yang cukup
lebar serta sangat eksotis yang sering disebut sebagai sebuah taman yang
tersembunyi, dimana para wisatawan bisa berenang sambil menikmati hawa
sejuk.
Selain
obyek wisata diatas,masih banyak lagi tempat-tempat indah lainnya yang wajib
dikunjungi.Nah kalau anda sedang liburan ke Bali luangkanlah waktu untuk
berkunjung ke Singaraja, dijamin gak bakal rugi deh.
0 komentar:
Posting Komentar